This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Makna/Arti Lambang/Logo Manggarai Barat (MaBar)


Dasar Hukum: PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN LAMBANG DAERAH
PENJELASAN :

Arti logo :
  • Deskripsi Lambang Daerah :
    1. Lambang Daerah berbentuk perisai bersegi lima dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
    2. Lambang Daerah diberi tulisan “ Kabupaten Manggarai Barat” dan “2003”
    3. Lambang Daerah memuat lukisan, yang terdiri dari Lukisan Rumah Adat, Biawak Komodo, Tangga, Padi dan Kapas, dan Bintang. Lukisan tersebut diberi warna, yakni warna kuning muda, kuning emas, hijau dan biru muda
  • Makna lukisan tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Bintang : melambangkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai sumber dari segala sumber hidup
    2. Rumah Adat : melambangkan persatuan yang kokoh
    3. Biawak Komodo : melambangkan masyarakat Manggarai Barat yang selalu siap dan tanggap terhadap akselerasi pembangunan dengan tetap berpijak pada adat dan kebudayaan rakyat Manggarai Barat
    4. Tangga : melambangkan tahapan dan tingkatan kehidupan masyarakat yang terus berkembang
    5. Padi dan Kapas : melambangkan kesuburan dan kesejahteraan
      Butir Padi sebanyak 17 (tujuh belas) melambangkan tanggal peresmian Kabupaten Manggarai Barat, yaitu 17.
      Kapas sebanyak 7 (tujuh) buah melambangkan bulan peresmian Kabupaten Manggarai Barat, yaitu bulan ke-7 (Bulan Juli)
  • Sedangkan makna warna pada Lambang adalah:
    1. Kuning Muda : warna kuning muda pada Pita Nama Kabupaten dan Bingkai Logo melambangkan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaan
    2. Kuning Emas : warna kuning emas pada Padi, Bintang dan Komodo melambangkan keagungan
    3. Hijau : warna hijau melambangkan daratan Kabupaten Manggarai Barat yang subur dengan sektor andalan bidang pertanian. di samping itu warna hijau juga merupakan simbol harapan.
    4. Biru Muda : melambangkan sebagian wilayah Manggarai Barat yang terdiri dari lautan yang memiliki kekayaan laut yang mempesona. Di samping itu warna Biru Muda merupakan sombol cinta kasih.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Logo UniMuS (Universitas Muhammadiyah Semarang)

Senin, 06 Juni 2016

Belajar Tasawuf Kepada Anjing


Ajing merupakan hewan yang diharamkan untuk dimakan karena ada beberapa alasan. Selepas dari hal itu anjing juga memiliki beberapa sifat-sifat yang baik yang hendak kita tiru:
  1. Tidak pernah makan sampai kenyang, ini adalah sikap orang-orang saleh (Sholihin). Makan ketika benar-benar lapar dan berhenti sebelum kenyang
  2. Sedikit tidur malam, ini adalah sikap orang-orang yang ahli tahajjud (Mutahajjidin)
  3. Andai diusir 1000 kali, dia tetap berada didepan pintu tuannya. Ini sikap mereka yang nyata kesetiaannya (Shodikin)
  4. Mau tinggal di sudut bumi yang paling rendah/hina. Inilah sikap orang-orang yang ridho dengan Ketentuan Allah SWT (Rodhiin)
  5. Andai diusir dan ditaburi tanah oleh tuanya, dia tidak akan marah maupun dendam. Inilah sikap mereka yang mabuk cinta (Asyikin)
  6. Jika tempatnya ditempati anjing lainnya, ia akan meninggalkannya dan berpindah ke tempat lainnya. Inilah sikap mereka yang pandai bersyukur (Syakirin)
  7. Jika hanya sesuap makanan yang dia terima, maka dia akan menerimanya dan bermalam hanya dengan yang sesuap itu. Inilah sikap mereka yang apa adanya (Qoni’in)
  8. Jika dia mengadakan perjalan, maka dia tidak membawa bekal apapun. Ini sikap mereka yang bertawakkal (Mutawakkilin)

Minggu, 05 Juni 2016

Ada 3 Manusia Menurut Imam Al Ghozali


Berdasarkan pendapat Imam AL Ghozali Rahimahullah dalam Kitab Bidayah Al Hidayah manusia ada tiga jenis :
  1. Manusia ada yang seperti Makanan, dimana-mana selalu dibutuhkan
  2. Manusia ada yang seperti Obat, dibutuhkan hanya saat tertentu saja
  3. Manusia ada pula yang seperti Penyakit, dimana-mana tidak dibutuhkan tetapi seorang hamba kadangkala diuji dengannya.
Dari ketiga tipe manusia diatas kita termasuk pada tipe nomor berapa ?

Habitat Bakteri


Mikroba, di alam terdapat hampir di semua tempat. Di udara mulai dari permukaan tanah sampai pada lapisan atmosfir yang pang tinggi. Di laut terdapat sampai pada dasar laut yang paling dalam. Di dalam air, seperti air sungai, selokan, kolam atau air sawah. Pada tanah yang subur. Kira-kira terdapat 50 juta bakteri per gram tanah. Mikroba terdapat di tempat di mana manusia hidup, terdapat pada udara yang kita hirup, pada makan yang kita makan, juga terdapat pada permukaan kulit, pada jari tangan, pada rambut dalam rongga mulut, usu, dalam saluran pernapasan, dan pada seluruh permukaan tubuh yang terbuka dan dianggap sebagai flora normal. Akan tetapi, untunglah hanya sebagian kecil dari mikroba itu yang dapat menimbulkan penyakit (pathogen). Setiap cm2 (sentimerer persegi) kulit terdapat sekitar 10.000 sampai dengan 100.000 bakteri.

Sumber: Entjang, I. 2003. Mikroorganisme & Parasitologi. PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.

Fase-Fase Pertumbuhan Bakteri

  1. Fase lag: Pada fase ini, sel-sel menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya. Metabolisme sel dipercepat sehingga menyebabkab biosintesi makromolekul  seluler ang cepat, terutama enzim-enzim, yang disiapkan untuk fase siklus berikutnya. Meskipun sel-sel ini meningkat ukurannya, tidak terjadi pembelahan  sel sehingga tidak terjadi peningkatan jumlah sel.
  2. Fase logaritmik (log): Pada kondisi nutrisi dan fisik yang optimum, sel-sel yang sehat secara fisiologi berreproduksi dengan laju yang cepat dan seragam dengan cara pembelahan binder. Jadi, terjadi peningkatan eksponensial yang cepat pada populasi, yang menggandakan jumlah secara teratur hingga jumlah sel yang maksimum tercapai. Waktu yang dibutuhkan bagi populasi untuk menggandakan jumlahnya disebut dengan waktu generasi. Panjang waktu log bervariasi, bergantung pada organisme dan komposisi  media. Rata-rata dapat diperkirakan berlangsung 6 sampai 12 jam.
  3. Fase stasioner: Selama tahap ini, jumlah sel-sel yang mengalami pembelahan sama dengan jumlah sel yang mati. Oleh sebab itu, tidak terjadi peningkatan jumlah sel lebih lanjut, dan populasi bertahan pada tingkat maksimum selam periode waktu tertentu. Faktor utama yang menimbulkan fase ini adalah berkurangnya beberapa metabolik yang penting dan akumulasi produk akhir asam atau basa yang bersifat toksit didalam media.
  4. Fase penurunan atau kematian: karena terjadi penurunan nutrisi yang berkelanjutan dan bertambahnnya buangan metabolik, mikroorganisme mati dengan laju  yang cepata dan seragam. Penurunan populasi hampir menyerupai peningkata pada fase log. Secata teoritis, seluruh populasi harus mati selama interval waktu yang sama dengan interval waktu pada fase log. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi karena adanya sejumlah kecil organisme yang sangat resisten jangka waktu yang tidak ditentukan
Sumber: Cappuccino, J.G. dan Sherman, N. 2014. Manual Laboratorium Mikrobiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Morfologi Bakteri


Berdasarkan bentuk morfologinya, maka bakteri dapat dibagi atas tiga golongan, yaitu golongan basil, golongan kokus, dan golongan spirilium
  1. Basil (bacillus) berbentuk serupa tongkat pendek, silindris. Sebagian besar bakteri berupa basil. Basil dapat berupa bergandeng-gandengan panjang, bergandeng dua-dua, atau terlepas satu sama lain. Yang bergandeng-gandengan panjang disebut streptobasil, yang dua-dua disebut diplobasil. Ujung-ujung hasil yang terlepas satu sama lain itu tumpu, sedangkan ujung-ujung yang masih bergandeng-gandengan itu tajam
  2. Kokus (coccus) adalah bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Kokus ada yang bergandeng-gandengan panjang serupa tali leher, disebut streptococcus; ada yang bergandeng dua-dua, ini disebut diplococcus; ada yang mengelompok empat, ini disebut tetracoccus; kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian disebut stafilokokus; sedangkan kokus yang mengelompok serupa kubus disebut sarsina
  3. Spiral (spirilium) ialah bakteri yang bengkok atau berbengkok-bengkok serupa spiral. Bakteri yang berbentuk spiral itu tidak banyak terdapat. Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil, jika dibandingkan dengan golongan kokus maupun basil
Sumber: Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan, Jakarta.

Struktur Bakteri


Dinding sel bakteri yang kaku dapat mempertahankan bentuk dan melindungi bakteri dari perubahan tekanan osmotik antara sel dengan lingkungannya. Berbagai struktur sel yang penting antara lain:
  1. Kapsul; merupakan struktur polisakarida longgar yang melindungi sel dari fagositosis dan dedikasi (kekeringan)
  2. Lipopolisakarida; melindungi bakteri gram negatif dari lisis yang diperantarai oleh komplemen
  3. Fimbria atau pilus; bulu-bulu tipis kusus yang membantu adesi ke sel penjamu dan kolonisasi
  4. Flagel; organ penggerak bakteri, membuat organisme mampu untuk menemukan sumber nutrisi dan menembus mukus penjamu
  5. Lendir; materi polisakarida yang disekresikan oleh beberapa bakteri yang tumbuh dalam lapisan biofilm, melindungi organisme tersebut dari serangan imunitas dan eradikasi oleh antibiotik
  6. Spora; suatu bentuk yang inert secara metabolik, dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak cocok, sebagai adaptasi untuk kelangsungan hidup jangka panjang, sehingga memungkinkan bakteri untuk kelangsungan hidup pada kondisi yang sesuai
Sumber: Irianto, K. 2014. Bakteriologi, Mikologi & Virologi. Penerbit Alfabeta, Bandung.

Sejarah Singkat & Musyawarah Komisariat ke II IMM UMI Makassar


Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar yang pada awalnya hanya memiliki satu komisariat dikarenakan minimnya kader, namun seiring berjalannya waktu kader IMM UMI Makassar semakin bertambah jumlahnya. Ini tidak terlepas dari usaha dan kerja keras Ketua Umum IMMawan Muh Basri Lampe dengan jajarannya. Berdasarkan pembacaan kondisi komisariat, pengurus/pimpinan berinisiatif memekarkan komisariat UMI menjadi II komisariat yaitu komisaria Fakultas Agama Islam dan Fakultas Hukum. inisiatif itu disambut baik oleh PC IMM Kota Makassar, pemekaran ini akan menambah jumlah komisariat IMM di Kota Makassar menjadi 24 komisariat yang awalnya berjumlah 23 komisariat yang menyebar di setiap Peguruan Tinggi Muhammadiyah (Universitas Muhammadiyah Makassar, ANAKES Muhammadiyah Makassar, AKPER Muhammadiyah Makassar , ATRO Muhammadiyah Makassar , ATEM Muhammadiyah Makassar, AKBID Muhammadiyah Makassar), maupun perguruan Tinggi non Muhammadiyah (Universita Hasanuddin, Universitas Negri Makasar dan Universitas Indonesia Timur)
                Pada musyawarah Komisariat II UMI Makasar yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 4-5 Juni 2016  di Pusat Dakwah Isalam Muhammadiyah (PUSDIM) Kota Makassar pemekaran komisariat benar-benar terealisai. Pada musyawarah kali ini mungkin agak berbeda dengan musyawarah komisariat pada umumnya. Seyogyanya setiap musyawarah komisariat hanya satu orang yang diamanahkan menjadi Ketua Umum namun kali ini ada dua Ketua Umum yang terpilih.
Hasil Musyawah Komisariat Uniuvesitas Muslim Indonesi  (UMI) Makasar  Sabtu-Minggu, 4-5 juni 2016 IMMawan Muh Arif Wansyah diamanahkan menahkodai PiKom IMM Fakultas Hukum dan IMMawati Sitti Fatima menahkodai PiKom IMM Fakultas Agama Islam selama satu periode kedepan (2016-2017).

Kerangan Foto
Kanan IMMawan Muh Arif Wansyah, Tengah IMMawan Muh Basri Lampe (Ketua Umum demisioner), Kiri IMMawati Sitti Fatima 

Kamis, 26 Mei 2016

Muhammad Solihin Terpilih Sebagai 13 Formatur Muktamar VXII DPP IMM di Jakarta 2016



Kakanda IMMawan Muhammad Solihin S terpilih sebagai formatur 13 memakili DPD IMM Sulawesi Selatan dengan jumlah suara 295
Berikut Track Record Kakanda IMMawan Muhammad Solihin S
=>Ketua PiKom IMM FH UNHAS (Demisioner)
=>Ketua Korkom IMM UNHAS (Demisioner)
=>Ketua PC. IMM Kota Makassar - Bidang Keilmuan (Demisioner)
=>Ketua DPD IMM SULSELBAR - Bidang Hikmah (Demisioner)

Beliau juga Mendirikan beberapa Kelompok/Komunitas Semasa/Sesudah Jabatannya, Untuk Menunjang Kapasitas Kader Yg Sesuai dengan Tuntutan Realita. 
Bagi Beliau, Jabatan bukanlah akhir untuk berkarya,.

=>Ketua Pusat Advokasi dan Kajian Aspirasi Rakyat PC. IMM Kota Makassar
=>Head Master of Paradigm School IMM Kota Makassar
=>Inisiator Majelis Taurat

"JIHAD KONSTITUSI adalah Orientasi Beliau Untuk IMM Berkemajuan"

Hasil Perhitungan Suara Pemilihan 13 Formatur Muktamar XVII DPP IMM di Jakarta 2016


Hasil perhitungan Suara Muktamar DPP IMM XVII di jakarta
Nama                  Suara
1. Hussain               510
2. Qafi Romula        459
3. Amirullah            388
4. Abdan Syakura  384
5. Ratu Syaifa       379
6. Eka Putra           364
7. Taufan                 359
8. Ela                       344
9. Marno                  342
10. Qadar Risman   333
11. Ali Mutohirin       304
12. Imam Mahdi      301
13. M. sholihin         295
14. Dedi Irawan        288
15. Firman Mustafa 276
16. Irfan                    275
17. Apridon               272
18. Maulana             263
19. Ahmad                261
20. Asrizal Nasri       258


Senin, 11 April 2016

Wajah Pendidikan Indonesia (Pergulatan Antara Idealita dan Realita)


Kita semua tahu bahwasannya pendidikan diciptakan dalam rangka sebagai sebuah usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan apa yang terkandung dalam pembukaan UUD 45 maupun dalam UUD 45 itu sendiri. Namun yang kadang-kadang sering terlintas dipikiran kita apakah konsepsi seperti itu sudah benar-benar terjadi di dalam konteks realitas yang ada saat ini? 
Secara kelembagaan atau secara formal pendidikan Indonesia dimulai semenjak kemunculan politik etis yang dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1902, yaitu sebagai politik balas budi kepada rakyat Indonesia. Dimana politik etis sendiri terdiri dari tiga program dasar yaitu berupa irigasi, emigrasi, dan edukasi. Dari poltik etis ini pulalah yang pada akhirnya menjadi awal bagi kemunculan pergerakan kaum muda yang terdidik yang berasal dari beberapa kaum muda yang telah merasakan pendidikan tinggi diluar negeri, seperti Soekarno, Hatta, Tan Malaka dan lain sebagainya. Dimana hal tersebut menjadi sebuah awal kebangkitan kaum muda khususnya para kaum priyayi atau kaum bangsawan untuk mempelopori perjuangan Revolusi Kemerdekaan Republik Indonsesia. 
Bagi kaum penjajah Belanda tentunya hal ini merupakan suatu hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka inginkan sebelumnya terhadap politik etis. Hal ini dikarenakan pertama, adanya politik etis merupakan sebuah strategi bagi pemerintah Hindia Belanda untuk bagaimana bisa mencuri uang dari tangan para kaum bangsawan-bangsawan pribumi. Ini mengingat karena hanya dari kaum bangsawanlah yang mampu untuk membiayai seluruh biaya pendidikan tinggi tersebut. Kedua, politik etis merupakan sebuah strategi Belanda untuk melakukan hegemoni atas bangsa Indonesia. Karena mereka yang telah keluar dari sekolah tinggi tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tenaga produktif Belanda guna mengisi kekosongan-kekosongan yang terdapat pada perusahaan-perusahaan Belanda yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataannya ternyata nasib baik masih berpihak kepada kita, dimana tidak semua dari mereka memilih untuk hidup senang dengan uang bergelimang ataupun dengan sekian jabatan yang coba ditawarkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Bahkan beberapa dari mereka justru menjadi sadar akan perannya sebagai kaum pelopor yang akan mendorong perubahan bangsa ini dengan “tetap setia digaris massa”. 
Dalam konteks yang terjadi di Indonesia hari ini ternyata juga tidaklah terlalu jauh berbeda dengan apa yang terjadi dimassa penjajahan dahulu. Pasca pemerintahan Soekarno jatuh atau tepatnya pada massa Orba, kita bisa melihat bagaimana dunia pendidikan benar-benar menjadi sebuah alat bagi negara yang semata-mata digunakan untuk menyukseskan putaran roda ekonomi negara. Artinya bahwa segala institusi maupun instrumen yang ada didalam negara pada dasarnya tidak lain adalah kepanjangan tangan dari kekuatan modal, yang dilakukan melalui sekian kebijakan yang diambil oleh negara. Yang akhirnya hal tersebut pun juga berimbas kepada dunia pendidikan, sehingga orientasi pendidikan pun tidak memiliki arah yang jelas karena dunia pendidikan semata-mata diarahkan guna menyukseskan program pembangunanisme (developmentalisme) yang menjadi icon Orba pada waktu itu. 
Pada tingkatan universitas atau perguruan tinggi dunia pendidikan juga mengalami pergeseran orientasi (disorientasi) yang sangat signifikan, dimana yang pada awalnya universitas dibangun sebgai upaya untuk menjadikan manusia lebih manusia, yaitu menuju perkembangan untuk mejadi manusia yang lebih dewasa, bermoral, intelektual, populis, kritis, maju dan juga independen, kemudian diarahkan atau didorongkan untuk sekedar menjadi tenaga-tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini secara otomatis menyebabkan perkawinan antara dua paradigma diatas, yaitu paradigma pembangunanisme dan paradigma pendidkan humanisme, dimana salah satunya kemudian cenderung dominan (peradigma pembangunanisme). Imbasnya wacana kebenaran, keadilan, maupun intelektualitas secara perlahan-lahan mulai digeser oleh pola pikir seragam yaitu lulus cepat, pragmatis, IP dengan nilai yang tinggi serta seabrek jargon-jargon pembangunanisme lainnya (pendidikan model pabrik). Artinya bahwa pembangunanisme yang coba dibawakan oleh kepemimpinan orba pada waktu itu, diciptakan guna mencetak tenaga kerja yang terampil, siap pakai, dan taat oleh atasan tanpa harus membutuhkan pemikiran yang kritis, konseptual serta intelektualitas yang tinggi. Standar keberhasilan pendidkan pun menjadi rancu karena diukur dengan kondisi fisik yang tampak, yaitu berapa banyak lulusan yang dihasilkan, seberapa lama waktu studi dan sejauh mana lulusan yang bisa bekerja. Dan manusia seolah-olah diposisikan seperti halnya sebuah komoditi barang yang harus diproduksi secra seragam tanpa harus dipikirkan atau direnungkan kembali berguna atau tidak. Jika berguna jelas dibanggakan dan jika tidak bukankah masih bisa diloakkan?
Dalam konteks yang terjadi saat ini, paradigma diatas jelas masih sangat benar-benar kita rasakan. Dimana universitas yang sampai hari ini pun masih tidak jauh berbeda halnya dengan massa Orba dahulu, hal ini dapat kita lihat bagaimana sistem sks, absensi 70 % dan metode-metode yang lain yang masih tetap dilakukan. Krisis keuangan yang terjadi hingga pemerintahan saat ini, juga telah menyebabkan pengaruh yang sangat besar terhadap dunia pendidikan kita saat ini. Lilitan hutang luar negeri yang terus bertambah dari tahun ketahun juga, berakibat sangat fatal terhadap dunia pendidikan. Standar anggaran dana pendidikan yang seharusnya mencapai angka 20 % untuk pendidikan, kemudian dipotong hingga hanya mencapai kurang dari 5 %. Dimana sebagian besar anggaran dana pendidikan kita digunakan untuk menutupi devisit anggaran dana guna membayar hutang luar negeri bangsa ini. Akibatnya dunia pendidikan pun mengalami kekurangan anggaran guna memenuhi kebetuhan rumah tangga mereka. Yang kemudian solusinya adalah dengan melakukan komersialisasi pendidikan, dimana tiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta diberikan kebebasan untuk mencari kekurangan anggaran dana yang mereka perlukan sendiri. Diberikannya kebebasan setiap institusi pendidikan untuk mencari kekurangan anggaran yang mereka butuhkan untuk memenuhi kekurangan anggaran mereka, mengakibatkan mereka seolah-olah diberikan kebebasan/berhak untuk menaikkan biaya pendidikan bagi setiap calon peserta didik yang akan masuk sebagai konsekuensinya.
Mahalnya biaya pendidikan ini kemudian menyebabkan semakin sulitnya masyarakat kelas bawah untuk menikmati pendidikan tinggi pada khususnya, padahal itulah yang nantinya memungkinkan bagi mereka untuk terlibat dalam upaya perubahan struktur sosial masyarakat. Dampaknya pun secara otomatis juga membuat lapangan pekerjaan hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas yang bernotabene sebagai seorang sarjana. Sehingga kita bisa melihat peran sistem pendidikan tinggi juga tidak jauh berbeda halnya dengan sebagai sebuah upaya untuk melanggengkan struktur masyarakat yang menindas dan mendukung terwujudnya sebuah komunitas sosial yang asing dengan masyarakat bawah.
Dalam konteks kehidupan unversitas swasta seperti UMY khususnya, minimnya subsidi dana pendidikan akhirnya dijadikan alasan bagi mereka untuk setiap tahun secara terus-menerus dengan menambah jumlah kapasitas mahasiswa dengan uang sumbangan pendidikan mahasiswa baru yang terus bertambah, demi mengembangkan kejayaan mereka. Yang mana itu nantinya akan mengakibatkan :
Pertama, kecenderungan pertambahan / percepatan jumlah mahasiswa tidak seimbang dengan kualitas dan kuantitas dosen, laboraturium, perpustakaan dan lain sebagainnya.
Kedua, kentalnya orientasi bisnis membuat mahasiswa seolah-olah layak dibebani dengan ambisi universitas dalam mengembangkan simbol-simbol kejayaan kampus yang dapat dijadikan komoditi menarik bagi lulusan SLTA.
Ketiga, demi kebutuhan dana yang besar, maka target jumlah mahasiswapun dipatok kaku. Sehingga bukan ukuran standar kualitas yang dipakai melainkan ukuran target jumlah mahasiswa yang dikejar guna memperoleh pemasukan keuangan.
Keempat, jumlah mahasiswa yang berjubel mengakibatkan beratnya pengurus-pengurus fakultas untuk mengelola mahasiswanya. Akhirnya dipikirkanlah cara-cara agar bagaimana mempercepat kelulusan mahasiswa. Maka keluarlah idiom-idiom bahwa mahasiswa yang pandai adalah mahasiswa yang lulus cepat, penghargaan hanuya layak bagi mahasiswa yang mempunyai nilai IP yang tinggi dan sebagainya. Yang selanjutnya lahirlah ide semester pendek sebagai terobosan baru yang malah justru akhirnya hal tersebut laris-manis dikalangan mahasiswa.
Kelima, waktu pengajar pada akhirnya habis untuk aktivitas mengajar dan mengurusi jumlah mahasiswa yang begitu banyak. Dosen juga kehilangan waktu untuk mengembangkan kerja-kerja penelitian dan pengabdian masyarakat yang sesungguhnya. Sempitnya waktu yang mereka miliki mengakibatkan munculnya kasus penjiplakkan oleh dosen demi memenuhi syarat-syarat eksistensi mereka, sehingga bukan karya yang berkualitas yang dikejar melainkan karya yang apa adanya asal ada karya.
Dari situ maka sebenarnya kita sebagai kaum intelektual hendaknya kritis menyikapi semua problem-problem yang ada saat ini, karena bahwasannya “pendidikan humaniora bukanlah sebuah pendidikan kejuruan yang bisa dilakukan dengan waktu yang singkat, melainkan sebuah proses panjang yang nantinya akan menciptakan sebuah manusia yang seutuhnya”.(Education In The Humanities, Drost, SJ, 1998 : 191)

Minggu, 10 April 2016

Pencegahan Penyakit


Pada dasarnya pencegahan suatu penyakit lebih murah dari pengobatan penyakit tersebut. Proses pencegahan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit.
Dalam proses pencegahan, kita akan melakukan deteksi dan intervensi pada penyebab dan faktor resiko dari penyakit. Arti pencegahan sendiri adalah mengadakan inhibisi terhadap suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi.

Tingkat dari pencegahan penyakit adalah
A. Pencegahan primer (primary prevention)
Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami suatu penyakit.
Pencegahan primer terdiri dari dua kategori yaitu:

1. Peningkatan kesehatan (Health promotion)
Termasuk disini adalah :
  • Perbaikan gizi masyarakat
  • Perbaikan kondisi rumah dan tempat rekreasi
  • pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan seks dan sanitasi
2. Pencegahan spesifik (Spesifik Protection)
Termasuk disini adalah :
  • Immunisasi
  • Penjernian air minum
  • Pencegahan kecelakaan
  • Pengaturan makan (diet) dan olah raga
Dalam pelaksanaannya pencegahan primer dipengaruhi oleh sikap individu dan lingkungan.

B. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder terdiri dari :

1. Penemuan/deteksi secara dini
  • Penemuan kanker secara dini
  • Penemuan kasus penyakit kencing manis secara dini
2. Pengobatan penyakit secara dini

    Agar penyakit tidak berkembang lebih lanjut perlu dilakukan pengobatan secara dini (pengobatan penyakit selagi belum parah)

C. Pencegahan tersier
Pencegahan tersier terdiri dari :
  • Membatasi kecacatan
  • Rehabilitasi

Sumber Buku : H.J. Mukono; Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan.

Enam Raja Pernah Memimpin Manggarai


Sesuai dengan sejarah pemerintahan di Manggarai, awalnya wilayah ini diperitah oleh Raja. Ada enam Raja yang pernah memerintah Manggarai, yakni Lanur, Sehak, Lontar, Tamur, Nambuk, dan Barut. Sesuai dengan kopian sejarah singkat Manggarai yang dibacakan sepanjang perjalanan napak tilas sejarah dan budaya yang diperoleh wartawan di Ruteng dari PJS  Ketua Kwartir Cabang Pramuka Manggarai, Kon Mitang, Senin (11/11), Manggarai memiliki strutur pemerintahan kerajaan. Ada enam Raja yang pernah memerintah Manggarai, yakni raja Lanur dari Wudi di Kecamatan Cibal, lalu Raja Sehak dari Ntala Ruteng, Raja Lontar yang dijuluki Melondek dari Kampung Cabo di Cibal, Raja Tamur dari Todo, Kecamatan Satar Mese Barat, Raja Ngambut dan Raja Barut dari Todo.Pada masa Raja Lontar, Manggarai dibagi dalam bentuk dalu semacam kecamatan sekarang ini. 

Ada 37 Dalu, yakni Ruteng, Rahong, Ndoso, Kolang, Pongkor, Poco, Leok, SIta Torok, Golo, Rongga Koe, Kempo, Rajong, Manus, Riwu, Ndehes, Cibal, Lambaleda, Reok Congkar, BIting, Rembong, Pota, Ruis, Mata Wae, Mburak, Welak, Wontong, Lelak, Todo, Bajo, Nggorang, dan Raju. "Perkembangan selanjutnya, Manggarai punya Kepala Daerah atau Bupati yakni Klorus Hambur, Frans Sales Lega, Frans Dula Burhan, Gaspar Ehok, Antony Bagul Dagur, dan Chris ROtok," kata Kon Mitang di hadapan peserta Napak Tilas.Sejarah berikutnya, Manggarai dimekarkan dan terbentuklah Manggarai Barat tahun 2003 dan Manggarai Timur tahun 2007. Namun, pemekaran tersebut hanya bersifat administrasi pemerintahan. Tanah Manggarai tetap satu sebagai tanah mbate dise ame (warisan leluhur) dengan spirit lonto leok bantang cama reje leleng (musyawarah mufakat). Sedangkan nenek moyang orang Manggarai berasal dari Sumatera Barat yang berawal dari kedatangan Empo Masur, keturunan Raja Luwu Ketanah Nuca Lale atau Lale Lombong. Kehadirannya mengubah nama tempat yang didatanginya, yakni Nuca Lale menjadi Manggarai. Manggarai sendiri berasal dari kata Manggar dan Rai. Manggar adalah batu yang dibawa Empo Masur yang berfungsi sebagai watu jangkar (batu untuk menahan) wangka (perahu) untuk berhenti. Lalu, Rai berasal dari kata watu rai (batu asah). Kedua katadari batu tersebut menjadi dasar pemberian nama Manggarai. Wily Grasias mengatakan, menarik menelusuri sejarah Manggarai sejak dahulu hingga sekarang.

Catatan: Tulisan ini merupakan tulisan wartawan Harian Umum Flores Pos, Christo Lawudin pada halaman 16 Flores Pos edisi Jumat 15 November 2013.

Rabu, 06 April 2016

Syair Karya Sheikh Sa’ad Said Al Ghamidi.


Bukanlah orang asing itu mereka yang berpisah dari negeri mereka dan mengucapkan selamat tinggal sekarang
Tapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius di kala manusia di sekelilingnya asyik bermain-main
Dan tetap terbangun ketika manusia disekelilingnya asyik tidur dengan lenanya
Dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatannya tenggelam
tanpa arah
Dan betapa benarnya sebuah syair ketika dia berkata
Berkata kepadaku para sahabat, “Aku melihatmu sebagai orang asing”
Di antara orang banyak ini engkau tanpa teman dekat
Maka aku berkata, “Sekali-kali tidak! Bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku”
Inilah orang asing itu
Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia
Tetapi disisi Rabb-nya, mereka berada di tempat yang mulia

Rabu, 30 Maret 2016

Sejarah Berdirinya IMATELKI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia)


    SEJARAH AWAL Berawal dari kekosongan ruang berpendapat dan berbagi dengan background pemikiran yang sama tentang Analis Kesehatan, muncullah gagasan untuk membuat suatu forum nasional yang mampu mewadahi serta menjembatani pemikiran-pemikiran Mahasiswa Analis Kesehatan dalam lingkup nasional. Gagasan pemunculan wadah nasional ini akhirnya dapat terlaksana melalui musyawarah nasional yang diberi nama Kongres 1 IMATELKI, yang di selenggarakan di kota Surakarta pada tanggal 15-17 April 2012.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan terbentuknya IMATELKI selain kekosongan wadah bertukar pendapat :
  1. Tidak adanya sinkronisasi antara Organisasi Profesi dengan Mahasiswa yang menjadi tonggak kemajuan Profesi Analis Kesehatan kedepan.
  2. Kosongnya ruang silaturahmi antar sesama Mahasiswa Analis Kesehatan, sehingga membuat tidak adanya jaringan serta akses informasi yang kuat antar daerah satu dengan lainnya.
  3. Belum adanya ruang aspirasi yang menunjang untuk kemajuan akademik program studi Analis Kesehatan. Tiga hal diatas menjadi awalan para penggagas untuk memebentuk Organisasi IMATELKI.
MAKNA FILOSOFIS IMATELKI terdiri dari 4 unsur kata.
  • IKATAN : memaknai sesuatu yang tak pernah putus dan selalu terikat dengan maksud ikut bersama memajukan profesi Analis Kesehatan.
  • MAHASISWA : menyatakan bahwa organisasi ini dari Mahasiswa untuk Mahasiswa.
  • TEKNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN : pemaknaan Analis Kesehatan kedalam bidang kesehatan yang menjadi unsur vital di dunia Laboratorium Kesehatan.

Senin, 07 Maret 2016

Jenis-Jenis Sterilisasi

Pada dasarnya sterilisasi terdiri dari :

1. Pemanasan
  • Pemasan udara 160*-180* C selama 1,5-3 jam digunakan untuk sterilisasi alat-alat dan gelas.
  • pemanasan lembab/basah : pengaliran uap pada suhu 1000* C secara intermiten, digunakan untuk sterilisasi bahan-bahanthermolabil seperti susu, larutan gula, dsb.
  • pemanasan suhu tinggi : pemanasan dengan uapdengan uap tekanan 15 lb/in2 atau 1,1 kg/cm2 (suhu 121,5* C), autoklaf. digunakan untuk sterilisasi medium, larutan yang termostabil, peralatan injeksi, dsb.
2. Filtrasi membran filter
    Mempergunakan milipore selulose asetat, asbestoz seitz, membran diatom, atau membran gelas.
    Digunakan untuk mensterilkan larutan yang bersifat thermolabil.

3. Zak Kimia
    sterilisasi pipet dan cawan petri bisa menggunakan etilen oksida, alkohol, dll, sedangkan untuk       sterilisai mahluk hidup menggunakan beta propiolakton.

Sumber Buku : Pratikum Mikrobiologi Dasar

Prosedur Penanganan & Pemeliharaan Mikroskop


Mikroskop hendaknya dibawah dalam posisi tegak dengan dua tangan yaitu dengan memegang tangkai dengan satu tangan dan menyangga dasar dengan tangan lainnya.
  1. Dasar dan tubuh mikroskop selalu bersih dari debu dengan menyelubungi mikroskp dengan plastik yang tersedia bila mikroskop tidak digunakan.
  2. Hindarkan mikroskop dari benturan tiba-tiba.
  3. Dengan kertas halus atau kapas yang dibasahi dengan xylol lensa objektif dibersihkan dari minyak imersi.
  4. Lensa jangan disentuh dengan tangan.
  5. Untuk membersih lensa objektif, lensa tidak perlu dilepaskan dari tempatnya.
  6. Bila bekerja dengan objektif minyak imersi mikroskp jangan dimiringkan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah minyak imersi mengalis ketempat lain.
  7. Jangan melakukan penyetelan mikroskop dengan paksa.
  8. Jangan menukar-nukar lensa objektif atau lensa okuler satu dengan lainnya.
  9. Lensa okuler dibersihkan dengan cara menyeka lensa tersebut dengan kertas halus yang dibasahi akuades.

Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium/Rumah Sakit

 Laboratorium merupakan tempat sangat berbahaya, oleh sebab itu ada hal yang perlu di perhatikan terutama alat pelindung diri sesuai standar :

 1. Jas Laboratorium


 2. Masker

3. Handscoon/ Sarung Tangan


4. Sepatu Boots


5. Penutup Kepala
     Dikhusukan Untuk perempuan.