This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 Maret 2016

Sejarah Berdirinya IMATELKI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia)


    SEJARAH AWAL Berawal dari kekosongan ruang berpendapat dan berbagi dengan background pemikiran yang sama tentang Analis Kesehatan, muncullah gagasan untuk membuat suatu forum nasional yang mampu mewadahi serta menjembatani pemikiran-pemikiran Mahasiswa Analis Kesehatan dalam lingkup nasional. Gagasan pemunculan wadah nasional ini akhirnya dapat terlaksana melalui musyawarah nasional yang diberi nama Kongres 1 IMATELKI, yang di selenggarakan di kota Surakarta pada tanggal 15-17 April 2012.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan terbentuknya IMATELKI selain kekosongan wadah bertukar pendapat :
  1. Tidak adanya sinkronisasi antara Organisasi Profesi dengan Mahasiswa yang menjadi tonggak kemajuan Profesi Analis Kesehatan kedepan.
  2. Kosongnya ruang silaturahmi antar sesama Mahasiswa Analis Kesehatan, sehingga membuat tidak adanya jaringan serta akses informasi yang kuat antar daerah satu dengan lainnya.
  3. Belum adanya ruang aspirasi yang menunjang untuk kemajuan akademik program studi Analis Kesehatan. Tiga hal diatas menjadi awalan para penggagas untuk memebentuk Organisasi IMATELKI.
MAKNA FILOSOFIS IMATELKI terdiri dari 4 unsur kata.
  • IKATAN : memaknai sesuatu yang tak pernah putus dan selalu terikat dengan maksud ikut bersama memajukan profesi Analis Kesehatan.
  • MAHASISWA : menyatakan bahwa organisasi ini dari Mahasiswa untuk Mahasiswa.
  • TEKNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN : pemaknaan Analis Kesehatan kedalam bidang kesehatan yang menjadi unsur vital di dunia Laboratorium Kesehatan.

Senin, 07 Maret 2016

Jenis-Jenis Sterilisasi

Pada dasarnya sterilisasi terdiri dari :

1. Pemanasan
  • Pemasan udara 160*-180* C selama 1,5-3 jam digunakan untuk sterilisasi alat-alat dan gelas.
  • pemanasan lembab/basah : pengaliran uap pada suhu 1000* C secara intermiten, digunakan untuk sterilisasi bahan-bahanthermolabil seperti susu, larutan gula, dsb.
  • pemanasan suhu tinggi : pemanasan dengan uapdengan uap tekanan 15 lb/in2 atau 1,1 kg/cm2 (suhu 121,5* C), autoklaf. digunakan untuk sterilisasi medium, larutan yang termostabil, peralatan injeksi, dsb.
2. Filtrasi membran filter
    Mempergunakan milipore selulose asetat, asbestoz seitz, membran diatom, atau membran gelas.
    Digunakan untuk mensterilkan larutan yang bersifat thermolabil.

3. Zak Kimia
    sterilisasi pipet dan cawan petri bisa menggunakan etilen oksida, alkohol, dll, sedangkan untuk       sterilisai mahluk hidup menggunakan beta propiolakton.

Sumber Buku : Pratikum Mikrobiologi Dasar

Prosedur Penanganan & Pemeliharaan Mikroskop


Mikroskop hendaknya dibawah dalam posisi tegak dengan dua tangan yaitu dengan memegang tangkai dengan satu tangan dan menyangga dasar dengan tangan lainnya.
  1. Dasar dan tubuh mikroskop selalu bersih dari debu dengan menyelubungi mikroskp dengan plastik yang tersedia bila mikroskop tidak digunakan.
  2. Hindarkan mikroskop dari benturan tiba-tiba.
  3. Dengan kertas halus atau kapas yang dibasahi dengan xylol lensa objektif dibersihkan dari minyak imersi.
  4. Lensa jangan disentuh dengan tangan.
  5. Untuk membersih lensa objektif, lensa tidak perlu dilepaskan dari tempatnya.
  6. Bila bekerja dengan objektif minyak imersi mikroskp jangan dimiringkan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah minyak imersi mengalis ketempat lain.
  7. Jangan melakukan penyetelan mikroskop dengan paksa.
  8. Jangan menukar-nukar lensa objektif atau lensa okuler satu dengan lainnya.
  9. Lensa okuler dibersihkan dengan cara menyeka lensa tersebut dengan kertas halus yang dibasahi akuades.

Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium/Rumah Sakit

 Laboratorium merupakan tempat sangat berbahaya, oleh sebab itu ada hal yang perlu di perhatikan terutama alat pelindung diri sesuai standar :

 1. Jas Laboratorium


 2. Masker

3. Handscoon/ Sarung Tangan


4. Sepatu Boots


5. Penutup Kepala
     Dikhusukan Untuk perempuan.